selamat datang


MAP

Sabtu, 09 April 2011

Renungan di saat kita menjadi dewasa

Disaat daku tua... 

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.


Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu.
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya


Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankan mu,
Bersabarlah mendengarkan, jangan memotong ucapanku, Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpimu


Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku.
ingatlah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi


Saat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan saat itu


Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku mendengarkanku, daku telah bahagia.


Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu
disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.


Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu. daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur
Didalam senyumku ini, tertanam kasih yang tak terhingga untukmu


0 komentar:

Posting Komentar

 
oleh Rifky Iqbal Yuriandi dan Khairunnisa - all rights reserved